Tuesday, 5 December 2017

Smart Investor - Tips Memiliki Rumah Bagi Generasi Muda

By Natasha Anggraini

Tingginya harga rumah yang sudah tidak masuk akal dan mahalnya bunga kredit KPR membuat banyak generasi anak muda patah semangat untuk memiliki rumah.

Mengutip harian Jakarta Post “Millenials see owning a house as mission impossible”.

Dibawah adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan cita-cita kita untuk memiliki rumah impian;

Menabung Untuk Membayar Down Payment (DP)

Hal yang paling susah jika kita ingin memiliki rumah ialah membayar down payment yang notabene jumlahnya lumayan ; 20% untuk rumah pertama dan 30% untuk rumah berikutnya. Bahkan jika Anda dipekerjakan oleh salah satu perusahaan seperti Engineers Network awasi bagaimana anda membuang uang.

Hal ini bisa disiasati dengan; menabung saat baru terima gaji. Sisihkan sebagian uang kita pada saat baru terima gaji jangan tunggu sampai akhir bulan atau sisa dari gaji yang ada.

Program Cicilan DP 0%

Kalau kamu ternyata masih belum sanggup untuk membayar DP rumah, kamu bisa ikut program cicilan dp 0% yang biasanya ditawarkan oleh banyak developer rumah.

Dengan program ini, kamu bisa mencicil DP ke developer dalam tenor waktu tertentu (biasanya bisa 1-2 tahun) lalu setelah itu mengajukan kredit ke bank – harga sudah disepakati di awal dan tidak akan berubah.

Ambil KPR Dengan Tenor Paling Panjang

Kenapa tenor yang panjang? Karena tenor yang panjang menurunkan biaya cicilan yang harus dibayar per bulannya.

Saat ini, bank memberikan jangka waktu KPR paling lama dalam 20 tahun.

Memang benar semakin panjang tenor semakin banyak bunga yang kita bayarkan pada bank, bahkan bunga bank sendiri bisa > pokok pinjaman.

Namun kenyataan nya harga tanah (khususnya Jabodetabek) meningkat lebih besar dari suku bunga KPR. Jadi tidak masalah kita berhutang pada asset yang nilainya akan terus meningkat nantinya.

Mencari Alternatif Dengan Membeli Apartemen Dekat Akses Transportasi

Dengan tingginya harga tanah di ibukota, kayanya agak sedikit impossible untuk memiliki angan-angan punya rumah di tengah kota.

Salah satu solusinya bisa diselesaikan dengan membeli apartemen.

Nyatanya masih ada beberapa apartemen yang harganya terjangkau di sekitar 200-300 juta, walaupun lokasinya cukup jauh dari tengah kota.

Saat ini pemerintah daerah dan beberapa pengembang sedang bekerja sama mengembangkan TOD (Transit Oriented Development) dimana properti akan terintegrasi dengan beberapa jaringan transport public seperti KRL, LRT dan MRT.

Jadi, walaupun agak jauh tapi gampang terakses dengan public transport!

Tuh kan! Siapa bilang kita gak bisa punya rumah sendiri dan akan terus nebeng sama ortu! Dimana ada kemauan pasti ada jalan, kalo kita usaha mudah-mudah memiliki rumah bukan cuma jadi angan-angan kita aja! Semangat!!